Irigasi Pante Lhong Aceh Terus Di Pacu ,Habis Lebaran Target Tanam

  • Bagikan

Bireuen, medialatahzan.id  –
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau langsung bendung tersebut. Fokusnya memastikan air segera masuk ke lahan pertanian yang masih produktif.

“Saat ini masih dalam tahap tanggap darurat. Namun yang utama adalah bagaimana air bisa segera masuk sampai ke sawah. Alhamdulillah intake-nya sudah selesai, mudah-mudahan air segera mengalir sehingga petani bisa mulai tanam setelah Ramadan.’ujarnya.

Lanjutnya , Air irigasi dari Bendung Pante Lhong, Kabupaten Bireuen, Aceh, ditargetkan kembali mengalir ke sawah setelah Ramadan. Pemerintah mempercepat penanganan darurat agar petani tidak kehilangan musim tanam.

Bendung Pante Lhong menjadi sumber air bagi Daerah Irigasi Pante Lhong seluas 6.562 hektar. Pascabanjir, sedimentasi menimbun kantong lumpur dan mengganggu pintu pembilas. Tanggul serta lining saluran irigasi juga rusak,tuturnya Selasa beberapa hari yang lalu (24/2/2026)

Selain itu, debit Sungai Krueng Peusangan meningkat dan memicu overtopping. Erosi pun terjadi. Lebar sungai melebar dari sekitar 120 meter menjadi 180 meter.

Karena itu, Kementerian PU membangun coverdam, menormalisasi aliran, dan membersihkan sedimen pada intake serta jaringan irigasi. Langkah ini difokuskan untuk memulihkan suplai air secepatnya.

Penguatan permanen tanggul kanan dan kiri sungai disiapkan sepanjang kurang lebih 20 kilometer. Pekerjaan dilakukan bertahap dengan skema kontrak tahun jamak (multiyears)

Kita harus perkuat sisi kanan-kirinya supaya pada saat terjadi banjir lagi tidak sampai menghantam dan melebarkan sungai,” kata Dody.

Bupati Bireuen Mukhlis menyebut bendung tersebut sebagai harapan utama petani. “Ada 6 saluran irigasi yang rusak dan lebih dari 2.000 hektar sawah terdampak. Mudah-mudahan setelah Lebaran petani bisa segera turun ke sawah

Pemerintah menargetkan penanganan darurat rampung secepatnya, lalu dilanjutkan penguatan permanen. Upaya ini diharapkan menjaga produktivitas pertanian hingga dua sampai tiga kali tanam per tahun, sekaligus memperkuat ketahanan pangan sesuai agenda Astacita. ‘ Kata Mukhlis . ( Wen/rel )

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *