Kepala SNVT PJPA Sumatera I Dampingi Kabalai BWS Sumatra l Serta PPK Irigasi dan Rawa Tinjau Progres Daerah Irigasi (D.I) Baro Raya, Kabupaten Pidie

  • Bagikan

Pidie, medialatahzan.id-
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, Asyari, ST., MM., MT., bersama Kepala SNVT PJPA Sumatera I, Azriyan, ST., MT., dan PPK Irigasi dan Rawa II, Joni Rakhmat, ST., MT., melakukan kunjungan lapangan ke Daerah Irigasi (D.I) Baro Raya, Kabupaten Pidie.

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau progres pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kehadiran pimpinan balai di lokasi diharapkan dapat memberikan dukungan dan memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.”Ujar Asyari Kabalai BWS Sumatra l,yang sering disapa Toke Ayi.’Kamis ( 22/1/2026)

Lanjut Asyari kepada media ini , menegaskan bahwa rehabilitasi jaringan irigasi merupakan langkah penting dalam meningkatkan fungsi infrastruktur sumber daya air. Dengan kualitas jaringan yang lebih baik, kebutuhan air bagi pertanian dapat terpenuhi lebih optimal.

Proyek rehabilitasi ini mencakup empat ruas saluran sekunder dengan capaian pekerjaan yang berbeda. Sekunder Jaman telah mencapai progres sekitar 90 persen dan segera memasuki tahap penyelesaian. Sekunder Titue mencapai 70 persen, sementara Sekunder Cumbuok telah mencatat progres 78 persen. Untuk Sekunder Bintang, pekerjaan baru akan dimulai pada bulan Agustus karena saluran tersebut masih digunakan petani dalam musim tanam.’ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara pihak pelaksana proyek, petani, dan pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi semua pihak akan memastikan pekerjaan rehabilitasi dapat berjalan lancar tanpa mengganggu ketersediaan air irigasi bagi masyarakat. Hal ini penting agar manfaat proyek bisa langsung dirasakan tanpa menghambat aktivitas pertanian.

Rehabilitasi jaringan irigasi D.I Baro Raya merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Peningkatan infrastruktur irigasi tidak hanya mendukung produktivitas pertanian, tetapi juga menjaga keberlanjutan sistem pertanian di Aceh. Dengan terselesaikannya proyek ini. (Wen )

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *