Prof. Syamsul Rijal : Sosialisasi Zakat oleh SMSI dan Baitul Mal Sangat Strategis dan Penting

  • Bagikan
acara Sosialisasi Zakat Mal diikuti 30 wartawan/jurnalis di Kupi Nanggroe, Simpang Surabaya, Banda Aceh,Selasa (4/11/2025), yang digelar SMSI dan Baitul Mal Aceh. Foto.redaksi/medialatahzan.id

BANDA ACEH, medialatahzan.id– Guru Besar Ilmu Filsafat Islam UIN Ar-Raniry, Prof. Syamsul Rijal mengatakan,Sosialisasi potensi zakat dikalangan jurnalis dalam konteks terkini sangat strategis dan penting.

” Apalagi ini digerakkan olah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) bekerja sama dengan Baitul Mal sebagai penyelenggara yang diamanahi negara memungut, mengumpul dan mendistribusikan zakat dari muzakki untuk digunakan kepada mustahik”.

Hal ini diungkapkan Prof. Syamsul Rijal keoada media ini usai menjadi nara sumber pada acara Sosialisasi Zakat Mal diikuti 30 wartawan/jurnalis di Kupi Nanggroe, Simpang Surabaya, Banda Aceh,Selasa (4/11/2025), yang digelar SMSI dan Baitul Mal Aceh.

Ini bagus sekali, tambahnya. Karena para jurnalis katanya orang yang mampu memahami literasi zakat . ” Tapi tantangannya adalah jurnalis yang bergabung di SMSI ini bagaimana mereka bisa menginformasikan kepada publik, terutama para muzakki pada kesadaran berzakat.

” Yang lebih penting kesadaran muzakki yang perlu kita bangun memiliki dimensi nilai-nilai ilahiyah lah yang mampu bersyukur lebih optimal, sehingga apa yang dimiliki ini ada bagian orang sehingga dia mau berbagi’, sebagai pembersih harta dan jiwanya itu dalam kontek zakat.”, urai Prof. Syamsul Rijal.

Sedangkan Narasumber lainnya, Muhammad Ikhsan dari Baitul Mal Aceh menyebutkan, potensi zakat Aceh cukup besar yaitu 3,1 T.

“Potensi zakat, 3,1 T , jadi potensi baru 88 persen yang belum tergarap. Jadi hanya 12 persen yang terealisasi pengumpulan Zakat. Kita harapkan media cibaer ikut mempublikasikan diharap dapat meningkatkan pemasukan Baitul Mal Aceh.

Kondisi sekarang, 3 M perbulan masuk, tapi keluarnya susah, mengacu anggaran daerah, iitu menyebabkan lambattnya penyaluran “, ujar Muhammad Ikhsan.

Ia tegaskan, Zakat adalah ibadah wajib, ia minta media ikut mendakwahkan zakat, apalagi banyak tantangan ke depan.

Diakuinya, mudah masuk uangnya, tapi keluarnya susah, karena pengelolaan anggaran tidak mengacu pada UUPA NOMOR 11 tentang Pemerintah Aceh, tetapi mengikuti UU nomor 23, sehingga tata cara pengeluaran anggaran mengikuti Anggaran Pemerintah daerah.

“Baitul Mal dalam mengelola ZIWAH ( ZAKAT ,INFAK,WAKAF dan HARTA KEAGAMAAN LAINNYA ) oleh Dewan Pertimbangan Syari’ah (DPS), merencanakan di ajukan ke Badan Pertimbangan ( BP), bukan ke. Dewan Aceh, sekretariat melaksanakan dan Independen untuk melaksanakannya. Namun pendistribusian uang zakat mengacu seperti keuangan Pemerintah Daerah”,paparnya lagi

Menurutnya dana ZIWAH yang terkumpul selain sesuai snif zakat, juga disalurkan untuk berbagai bantuan lainnya, seperti Bantuan rumah singgah untuk para musafir yang berobat ke kota Provinsi, dari 20 juta menjadi 50 juta per bulan.

Selain beasiswa, bantuan lansia uzur, juga untuk ODGJ di RSJ, demikian juga untuk pembinaan 200 orang muallaf di daerah terpencil. Bahkan membuat kaki palsu juga disalurkan bantuan dari Baitul Mal.

Hamdan Budiman, Pemred Koran Aceh yang juga Wakil Ketua SMSI Aceh, sekaligus Ketua Panitia Sosialisasi menyebut kegiatan ini diikuti 30 peserta wartawan media siber anggota SMSI.

” Sosialisasi ini wujud partisipasi aktif SMSI dalam berkontribusi untuk ikut membangun Aceh dan terkhusus untuk mesosialisasi kegiatan di Baitul Mal Aceh. Semoga bermanfaat dan kebaikan bagi kita semua”, ujarnya.

Acara dimoderatori Muhajir yang juga Sekretaris SMSI. Berlangsung lancar diakhiri makan siang bersama.

Hadir Kepala Baitul Mal Aceh diwakili Muhammad Ikhsan, Ketua SMSI Aceh Aldin Nainggolan, Sulaiman, Bendahaea SMSI dan Pengurus SMSI Aceh lainnya.(Kas)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *