BANDA ACEH,medialatahzan.id- Hujan gerimis mengguyur Banda Aceh, Selasa sore (11/11/2025) tak menyurutkan nyali puluhan wartawan media cetak,TV, Radio dan media online darang dan berdiskusi panjang nan hangat penuh kekeluargaan diiringi sesekali tawa ringan dengan Safrina, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh di sebuah kafe kawasan Pango, kecamatan Ule Kareeng, kota Banda Aceh.
Safrina Salim yang dikenal tak lelah wara-wiri dari Provinsi ke daerah kabupaten dan kota se Aceh, bahkan sampai ke kecamatan dan desa untuk urusan kesejahteraan rakyat dalam tugasnya di BKKBN. Kali ini ia meluangkan waktu khusus dengan wartawan dalam FGD sambil menikmati minuman dan kue-kue lezat kesukaan.
Acara tak sesuai jadwal. Saking serunya diskusi dua jam diskedul acara terlewat tiga jam, molor waktunya. Tak masalah bagi Safrina yang dikenal suka berteman dengan jurnalis ini.
” Saya mau kita berdiskusi mencari solusi, bermitra dengan media mengedukasi menurunkan dan tak bertambah stunting baru di Aceh”, kata Safrina diawal diskusi .
Ia didampingi Drs. Fadlan Kepla Dinas KB Kabupaten Aceh Besar, moderator Jopi dan staf Humas Sania dari BKKBN Aceh. Dan staf BKKBN lainnya.
Safrina Salim melalui FGD (forum Grup Diskusi) dengan wartawan, ia mengajak media mitra kerja BKKBN untuk bekerjasama terutama bagaimana mengImplementasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Provinsi Aceh.
Pada kesempatan itu, ia pun menciptakan yel-yel. bersama jurnalis, “Bersama Jurnalis Aceh kita terus maju turunkan Stunting melalui OTA, dengan cara, GENTING ( Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). “.
Berbagai pertanyaan wartawan dalam tiga sesi yang dibuka ruang seluas-luasnya, dijawab Safrina dan Drs Fadlan dengan lugas dan lancar, mulai dari soal stunting, perlu merencanakan calon pengantin tidak kawin muda, ciri-ciri anak stunting sampai sekolah lansia dan wisudah lansia.
Target Lansia Bahagia
Kaper BKKBN Aceh ini terungkap rahasia dari lansia kepada seorang wartawan di Blang Bintag, terus turun tangan sampai pelosok pedesaaan, tidak hanya urusan balita stunting, tapi sampai senam bersama para lansia desa.
” Kami pulang senam bersama ibu Safrina, tapi sayang tidak diliput wartawan”, kata Diki wartawan peserta FGD menirukan pengakuan lansia di Aceh Besar.
” Sekolah lansia usia 60 tahun keatas.
Target lansia bahagia, mengeluarkan lansia dari kesepian di dalam keramaian ” hae ka padum cuco ? ( Hai sudah berapa cucu )”, itu dialog lansia kerap terdenbgar. Out put Sekolah lansia adalah menjadikan lansia mandiri, masih mempunyai semangat mengurus dirinya.
Bahagia, karena mempunyai penguatan- penguatan, misal, ikut pengajian, mereka itu kita kembalikan rasa percaya diri”, papar Safrina Salim.
Kata Safrina, BKKBN Aceh Setiap bulan mengadakan ada eduksi ,
Gerakan orang tua asuh cegah stunting ( GENTING) ini.
Ia tehgaskan, Stunting tanggung jawab bersama, sesuai dengan fungsinya masing-masing, misalnya Dinkes, Dinsos dan lainnya.
” Untuk GENTING sering membuat pertemuan. Diskusi dengan komunitas- komunitas bagaimmana mengedukasi Orang Tua Asuh (OTA) perorangan juga ikut bertanbah”, ujarnya seraya kembali mengajak wartawan dan pemiik media di Aceh turut serta aktif mengedukasi masyarakat dalam ikut aktif demgan Program GENTING Iini.
Uang Desa Untuk Batuan Stunting
Sementara Drs. Fadlan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBPP dan PA) Kabupaten Aceh Besar, Drs Fadhlan, menguraikan bahwa penerima bantuan GENTING untuk keluarga stunting di Aceh Besar selain bersumber dari dana pemerntahh, juga dari donatur BUMN dan Perusahaan Swasta melalui CSR, Angkasa Pura di Blag Bintang dann Pabrik Semenn Andallas di Lhoknga.
Begitupun, tambah Fadlan, Bupati Aceh Besar mengeleluarkan kebijakan memboleh kepala desa di 603 tiiga desa di 23 kecamatan dapat menggunakan uang desa untuk dibberikan bantuan kepada keluarga-keluarga beresiko stunting.
Mitra Pentahelik
Mengawali pemaparan dua nara sumber utama yaitu Safrima Salim dan Fadlan, dari KB Aceh Besar, moderator Jopi memaparkan di slide proyektor lebar tentang pentingnya HPK diperhatikan yaitu 1000 hari pertama kehidupan ( anak). Bantuan pemerintah maupun juga melalui mitra-mitra kerja BKKBN sebagai donatur.
Komponen GENTIG, Jopi menjelaskan, ada tiga penerima bantuan keluarga bersiko stunting yaitu anak asuhnya,( penerima) ibu hamil dan ibu menyusui dan balita.
Kemudian, mitra pentahelik. Inilah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) bersama Mitra Pentahelix / Media. Yaitu mitra yang bergerak sebagai pemberi bantuan, termasuk wartawan.
Mitra Pentahelix terdiri dari BUMN, BUMD, Organisasi ibu-ibu, komunitas, Perguruan Tinggi, Akademisi dan media, Jopi menjelaskan.
” Target penerima secara nasional adalah satu juta penerima. Sementara target GENTING Aceh 38.004 penerima “, ujar Jopi.
Makanya hadiran teman-teman media/ wartawan, kata Jopi, termasuk kategori pentahelik dalam memberikan bantuan mendukung program nasiipnal ini.
Diiakhir acara, Peserta FGD foto bersama seraya menggaungkan yel-yel, jurnalis Aceh berkolaborasi dengan BKKBN Aceh mengeduksi penurunan stunting Aceh melalui Gerakan orang tua asuh cegah stunting (Genting). (Kasman).






