Pidie Jaya,medialatahza.id – Komunitas Sahabat Peduli Aceh (KSPA) menetapkan tiga program jangka pendek untuk wilayah terdampak bencana dalam pertemuan internal yang digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Koordinator KSPA, Azwar Umri, menyampaikan bahwa tiga program tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih dan sanitasi di wilayah yang hingga kini masih mengalami dampak serius pascabencana.
“Program ini merupakan hasil kesepakatan bersama KSPA sebagai langkah cepat dan konkret untuk membantu masyarakat di lokasi terdampak,” ujar Azwar Umri.
Adapun tiga program jangka pendek KSPA yang telah ditetapkan, yakni:
Pertama, pembangunan satu unit sumur bor tambahan di Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, dengan lokasi berdekatan dengan Pesantren Waled Nu.
Program ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Waled Nu, Azwar Umri, dan Sulaiman.
Total anggaran sebesar Rp4,5 juta, yang akan dilaksanakan melalui kerja sama KSPA dengan ICMI Aceh.
Kedua, pembangunan fasilitas air bersih dan air minum isi ulang di Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.
Program ini direncanakan menelan biaya sekitar Rp10 juta dan akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan para donatur.
Ketiga, pembangunan tiga unit WC umum di Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
Program sanitasi ini diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp7,5 jutadan juga akan dilaksanakan melalui dukungan para donatur.
Selain menetapkan program jangka pendek, dalam pertemuan tersebut KSPA juga menyepakati agenda lapangan Koordinator KSPA, Azwar Umri, yang akan berada di Pidie Jaya dan Bireuen pada tanggal 8 sampai dengan 10 Februari 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Azwar Umri akan mendampingi rombongan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) se-Indonesia melalui IPHI Aceh dalam penyaluran bantuan ke wilayah terdampak bencana.
“Selain mendampingi penyaluran bantuan, kami juga akan melakukan pendataan serta memantau langsung kondisi terkini di lokasi-lokasi bencana,” tutup Azwar Umri.
KSPA berharap, melalui tiga program jangka pendek ini, kebutuhan mendesak masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi dapat segera teratasi, sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan warga di wilayah terdampak bencana.












