Banda Aceh,medialatahzan.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh menggelar Media Gathering bersama insan pers dengan tema “Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Aceh” pada 13 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi ajang memperkuat kolaborasi antara BSI, OJK, KDEKS, PWI, dan media dalam mendorong penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Aceh.
RCEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menyampaikan bahwa perbankan syariah kini memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Aceh yang menerapkan sistem ekonomi berbasis syariah.
Secara nasional, BSI mencatat pertumbuhan positif pada Triwulan I 2026. Jumlah nasabah meningkat menjadi 23,7 juta dengan pertumbuhan DPK mencapai Rp376,8 triliun atau naik 18 persen (YoY). Pembiayaan tumbuh 14,39 persen menjadi Rp329 triliun dengan kualitas pembiayaan tetap sehat. Total aset BSI juga meningkat menjadi Rp460,1 triliun, menempatkan BSI dalam jajaran Top 5 bank di Indonesia.
Di tingkat regional, BSI Aceh mencatat pertumbuhan DPK sebesar 17,49 persen menjadi Rp 21 triliun. Pembiayaan tumbuh 11,15 persen menjadi Rp25,4 triliun, sementara total aset meningkat menjadi Rp26,4 triliun.
Ketua PWI Aceh, M. Nasir Nurdin, mengapresiasi hubungan baik antara BSI dan media massa yang dinilai penting dalam mendukung edukasi ekonomi dan keuangan syariah kepada masyarakat.
Sementara itu, Asisten Direktur OJK Aceh, Firman Octo Armando, menegaskan bahwa sektor perbankan syariah memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh melalui penguatan pembiayaan produktif, UMKM, serta peningkatan inklusi keuangan syariah.
Kegiatan ini turut menghadirkan Wakil Direktur Eksekutif KDEKS Aceh, Prof. Dr. Hafas Furqani, M.Ec., dan Manager Madya OJK Aceh, Ferdinan Daular, yang memaparkan strategi penguatan ekosistem ekonomi syariah dan kontribusi industri perbankan syariah terhadap pembangunan ekonomi Aceh yang inklusif dan berkelanjutan.rel.












