Guru SMA Negeri 1 Matangkuli Produksi Media Digital Lewat Pelatihan IFP

  • Bagikan
Kepala SMA Negeri 1 Matangkuli, Khairuddin, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa Interactive Flat Panel (IFP) harus dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang aktif dan kolaboratif, bukan sekadar perangkat pendukung dalam kegiatan belajar mengajar.

MATANGKULI — SMA Negeri 1 Matangkuli terus memperkuat transformasi pembelajaran digital seiring dengan diterimanya bantuan Interactive Flat Panel (IFP) dari Pemerintah Republik Indonesia pada November 2025, Sabtu, 24 Januari 2026.

Bantuan ini merupakan bagian dari kebijakan nasional digitalisasi pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan, kompetensi guru, serta menciptakan proses belajar yang lebih interaktif dan bermakna.

Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah menyelenggarakan Pelatihan Pemanfaatan Interactive Flat Panel dan Pengembangan Media Pembelajaran Digital yang berlangsung pada Sabtu, 24 Januari 2026. yang diikuti diikuti oleh 46 guru dan difokuskan pada optimalisasi penggunaan IFP dalam pembelajaran sekaligus menghasilkan produk media digital yang siap digunakan di kelas.

Pelatihan dilaksanakan secara praktik langsung di ruang guru. Materi mencakup pengenalan fungsi dasar hingga lanjutan IFP, seperti wireless mirroring, koneksi HDMI, split screen, penulisan dan anotasi digital, serta pengelolaan tampilan materi agar lebih interaktif dan kolaboratif.

Dalam sesi pengembangan konten, para guru memanfaatkan Canva AI untuk menyusun Rencana Pembelajaran Kokurikuler (RPK) yang terintegrasi dengan pemanfaatan Interactive Flat Panel dalam proses pembelajaran.

Selain perencanaan, peserta juga menghasilkan puluhan media pembelajaran digital yang dapat dijalankan melalui IFP, seperti game kolaboratif siswa, aplikasi pembelajaran digital, serta instrumen asesmen penilaian diri (self-assessment) sebagai sarana refleksi pembelajaran.

Kepala SMA Negeri 1 Matangkuli, Khairuddin, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa Interactive Flat Panel (IFP) harus dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang aktif dan kolaboratif, bukan sekadar perangkat pendukung dalam kegiatan belajar mengajar.

“Pemanfaatan IFP secara optimal akan mendorong terjadinya transformasi pembelajaran di sekolah, di mana guru berperan sebagai fasilitator dan siswa terlibat secara aktif, kreatif, serta kolaboratif dalam proses pembelajaran,” ujarnya.

Khairuddin menambahkan bahwa melalui pelatihan ini, SMA Negeri 1 Matangkuli menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pembelajaran digital yang berkelanjutan.

“Komitmen tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang adaptif, inovatif, serta berorientasi pada penguatan karakter dan kompetensi abad ke-21,” tutupnya. [adv]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *