
Banda Aceh -medialatahzan.id.Anggaran Rp100 Triliun untuk Pemulihan Tiga Tahun Pekerjaan fisik di lapangan telah berjalan sehingga penyerapan anggaran dapat berlangsung lebih cepat, meskipun pembayaran kepada pelaksana pekerjaan tetap mengikuti mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Hingga Juni 2026, Kementerian PU telah menyelesaikan rehabilitasi dan rekonstruksi 1.544 unit rumah hunian atau sekitar 83 persen dari total target 1.866 unit di 18 lokasi. ‘Selasa( 23 Juni 2026 )
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi memulai pembangunan jembatan permanen pada jalur strategis lintas Sumatera-Aceh.
Langkah ini diambil secara cepat tanpa menunggu tahap rehabilitasi dan rekonstruksi penuh selesai, sebagai jawaban atas isolasi ekonomi yang selama ini menghambat pergerakan logistik, perdagangan, dan distribusi barang di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa infrastruktur darurat yang dibangun pada masa tanggap darurat bencana hanya bersifat sementara dan memiliki keterbatasan kapasitas. Jalur lintas Medan-Aceh merupakan urat nadi distribusi nasional, termasuk pengangkutan bahan bakar minyak (BBM), semen, serta kebutuhan pokok lainnya.
Di sektor konektivitas, sebanyak 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan terdampak bencana telah ditangani.
Selain itu, program padat karya terus dijalankan untuk membersihkan lumpur yang masih menumpuk di sejumlah wilayah, khususnya di Aceh Tamiang.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran pemulihan pascabencana sebesar Rp100,1 triliun untuk periode tiga tahun.
Anggaran tersebut disetujui langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk komitmen mempercepat pemulihan dan memastikan konektivitas Sumatera-Aceh kembali optimal.
Sektor pariwisata pun diproyeksikan ikut bangkit seiring membaiknya akses jalan, membawa harapan baru bagi pertumbuhan ekonomi Serambi Mekkah. ( Wen )
