BPJN Aceh Terus Usulkan Pelebaran Jalan Laksamana Malahayati, Terkendala Efisiensi Anggaran

  • Bagikan

Aceh Besar – Masyarakat kembali menyoroti kondisi Jalan Nasional Laksamana Malahayati yang menghubungkan Kota Banda Aceh dengan Krueng Raya, Aceh Besar. Ruas jalan yang dinilai sempit, ditambah meningkatnya volume kendaraan, disebut menjadi salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut.

Aris (40), warga Kajhu, Kamis (16/7/2026), mengatakan kecelakaan kerap terjadi, terutama pada jam-jam sibuk saat masyarakat berangkat dan pulang kerja maupun ketika siswa pulang sekolah.

“Selain kondisi jalan yang sempit, minimnya penerangan pada malam hari juga meningkatkan risiko kecelakaan. Tidak sedikit pengendara menabrak hewan yang berkeliaran di sepanjang jalan,” ujarnya.

Menurutnya, kecelakaan lalu lintas sering terjadi di sepanjang ruas Jalan Laksamana Malahayati, mulai dari Krueng Cut, Kajhu hingga Krueng Raya. Kepadatan kendaraan, termasuk truk dan kendaraan berat, membuat ruas jalan tersebut tidak lagi memadai.

Hal senada disampaikan Koordinator LSM Baladhika Adhiyaksa, Riski Saputra. Ia menilai ruas jalan nasional tersebut sudah saatnya ditingkatkan menjadi dua jalur demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

“Arus kendaraan terus meningkat, termasuk truk dan dump truk yang setiap hari melintas. Kami berharap pemerintah, khususnya BPJN Aceh, segera merealisasikan pelebaran jalan agar angka kecelakaan dapat ditekan,” kata Riski kepada wartawan di kawasan Kajhu.

Ketua Pemuda Kajhu juga menyampaikan harapan serupa. Menurutnya, masyarakat telah lama menginginkan pelebaran Jalan Laksamana Malahayati karena kecelakaan lalu lintas masih sering terjadi dan bahkan telah menelan korban jiwa.

“Kami berharap pemerintah segera memprogramkan pembangunan jalan nasional ini menjadi dua jalur, khususnya di kawasan industri, demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.6 BPJN Aceh, Muhammad Febrianto, mengatakan pihaknya telah mengusulkan program pelebaran jalan menuju standar nasional pada ruas Kajhu–Baet hingga Simpang Cot Paya, Kabupaten Aceh Besar.

Namun, menurutnya, usulan tersebut belum dapat direalisasikan karena adanya kebijakan efisiensi anggaran pemerintah serta prioritas penanganan bencana yang terjadi pada akhir 2025.

“Kami sudah mengusulkan pelebaran ruas jalan tersebut. Namun karena efisiensi anggaran dan prioritas penanganan bencana, pelaksanaannya belum dapat dilakukan. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar anggaran pelebaran jalan dapat segera terealisasi,” kata Muhammad Febrianto saat dikonfirmasi, Kamis (16/7/2026).

Masyarakat berharap usulan pelebaran Jalan Laksamana Malahayati dapat menjadi prioritas pemerintah mengingat ruas jalan tersebut merupakan jalur strategis yang menghubungkan Banda Aceh dengan kawasan Krueng Raya serta kawasan industri di Aceh Besar.rel/wen.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *