Banda Aceh, medialatahzan.id –Rumah Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala (USK) kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung keberlanjutan pendidikan dan kepedulian sosial di lingkungan kampus.
Melalui tiga program utama, yakni Beasiswa Pendidikan Rumah Amal Uang Kuliah Tunggal (BPRA-UKT), Beasiswa Orang Tua Asuh, dan Rumah Amal Peduli Sigra, Rumah Amal Masjid Jamik USK menyalurkan total dana sebesar Rp 567.137.000 kepada 277 penerima manfaat.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Penyerahan Simbolis Beasiswa dan Bantuan Rumah Amal Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung Rabu (19/8/2026) di Aula TDMRC USK Lantai 3.
Program dengan alokasi terbesar adalah Beasiswa Pendidikan Rumah Amal Uang Kuliah Tunggal (BPRA-UKT). Pada semester ganjil Tahun Ajaran 2026/2027, program ini mencatat 539 mahasiswa pendaftar, dengan 226 mahasiswa ditetapkan sebagai penerima manfaat. Total dana yang disalurkan mencapai Rp 399.581.000.
Angka tersebut menunjukkan bahwa BPRA-UKT bukan sekadar program bantuan finansial, tetapi merupakan ikhtiar Rumah Amal Masjid Jamik USK untuk memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan dan menyelesaikan studi.
Direktur Rumah Amal Masjid Jamik USK, Tedy, menegaskan bahwa di balik setiap angka penyaluran terdapat harapan mahasiswa yang harus terus dijaga.
“Bantuan ini bukan sekadar tentang membayar UKT atau memenuhi kebutuhan mahasiswa. Di balik bantuan ini ada cita-cita, ada perjuangan keluarga, dan ada masa depan yang sedang diperjuangkan. Karena itu, Rumah Amal ingin memastikan bahwa mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi tidak berhenti di tengah jalan hanya karena persoalan biaya,” ujar Tedy.
Ia menambahkan, keberlanjutan program Rumah Amal sangat bergantung pada kepercayaan dan kepedulian para muzakki, donatur, orang tua asuh, serta seluruh sivitas akademika dan mitra yang selama ini mengambil bagian dalam gerakan kebaikan tersebut.
“Apa yang kami salurkan hari ini merupakan amanah dari para muzakki dan donatur. Semakin kuat kepercayaan yang diberikan, semakin luas pula manfaat yang dapat kita hadirkan. Kami ingin zakat, infak, dan sedekah tidak berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi menjadi jalan untuk menjaga pendidikan, menguatkan keluarga, dan membuka masa depan,” lanjutnya.
Selain BPRA-UKT, Rumah Amal Masjid Jamik USK juga menyalurkan Beasiswa Orang Tua Asuh sebesar Rp100.400.000 kepada 17 mahasiswa. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian para orang tua asuh dan donatur dalam mengambil bagian langsung dalam perjalanan pendidikan mahasiswa USK.
Sementara itu, melalui program Rumah Amal Peduli Sigra, disalurkan bantuan sebesar Rp67.156.000 kepada 34 penerima manfaat. Program ini memperluas peran Rumah Amal dalam merespons kebutuhan sosial dan kemanusiaan, tidak terbatas pada dukungan pendidikan semata.
Penyaluran tersebut juga sejalan dengan komitmen SDGs Universitas Syiah Kuala, terutama SDG 4 Pendidikan Berkualitas, SDG 1 Tanpa Kemiskinan, SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan, dan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui program pendidikan dan sosial serta kolaborasi dengan muzakki, donatur, civitas akademika, dan mitra, Rumah Amal turut memperkuat kontribusi USK terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., mengapresiasi konsistensi Rumah Amal dalam menghadirkan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat.
“Rumah Amal Masjid Jamik USK telah menunjukkan bahwa kepedulian yang dikelola dengan baik dapat memberikan dampak yang nyata. Bantuan pendidikan bukan hanya meringankan beban mahasiswa, tetapi juga menjaga agar mereka tetap memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Rektor USK.
Menurutnya, keberadaan Rumah Amal juga menjadi bagian penting dari ekosistem kepedulian di lingkungan USK.
“Saya berharap gerakan ini terus diperkuat. Kita ingin kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kepedulian, solidaritas, dan semangat untuk saling menguatkan. Ketika civitas akademika, donatur, dan lembaga bersama-sama bergerak, maka manfaatnya akan jauh lebih besar,” tambahnya.
Kegiatan penyerahan simbolis tersebut turut dihadiri oleh Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, serta Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis Dr. Ir. Ramzi Adriman, S.T., M.Sc., IPM., ASEAN. Eng., APEC. Eng.
Turut hadir sejumlah pimpinan fakultas di lingkungan USK, di antaranya Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Hadir pula Kepala UPT Mitigasi Bencana, Pengurus Rumah Amal Masjid Jamik USK, serta sponsor dan mitra Film Asa.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikat kepada kru dan pemeran Film “Asa”, dilanjutkan dengan pemutaran film sebagai bagian dari kolaborasi dan kampanye nilai kepedulian yang sejalan dengan semangat Rumah Amal.
Melalui penyaluran ini, Rumah Amal Masjid Jamik USK kembali menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar angka yang dihimpun, tetapi amanah yang harus diubah menjadi harapan dan kebermanfaatan.
Di balik Rp567,137 juta yang disalurkan hari ini, ada 277 penerima manfaat yang kembali memiliki alasan untuk terus melangkah. Dan di balik setiap bantuan, ada kebaikan para muzakki dan donatur yang terus menghidupkan gerakan kepedulian di lingkungan USK dan masyarakat.rel/red.









