Jakarta, medialatahzan.id – Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) genap berusia 24 tahun pada 8 Juni 2026. Selama lebih dari dua dekade, BSMI terus berkiprah dalam pelayanan kesehatan, penanggulangan bencana, dan misi kemanusiaan di tingkat nasional maupun internasional.
Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional BSMI, Muhammad Djazuli Ambari, menyampaikan bahwa perjalanan 24 tahun BSMI merupakan wujud komitmen relawan dan tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.
Saat ini BSMI memiliki jaringan di 24 provinsi dan 155 kabupaten/kota yang menjadi kekuatan utama dalam mempercepat respons bencana, pelayanan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Di Indonesia, BSMI aktif menangani berbagai bencana seperti gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, erupsi gunung api, serta krisis kesehatan masyarakat. Selain tanggap darurat, BSMI juga menjalankan program rehabilitasi pascabencana, layanan kesehatan, edukasi kebencanaan, dan pemberdayaan komunitas. Dalam bidang pendidikan, BSMI mengelola Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal (ICONHUM).
Salah satu peran aktif jaringan daerah ditunjukkan oleh BSMI Provinsi Aceh yang terlibat dalam penanganan banjir besar di sejumlah wilayah Aceh pada akhir 2025 hingga awal 2026. Selain menerjunkan relawan dan tenaga kesehatan, BSMI juga mengoperasikan Klinik BSMI di Aceh Tamiang serta melaksanakan berbagai program layanan kesehatan, mobile clinic, sunatan massal, pembersihan lingkungan pascabanjir, dan program qurban bagi masyarakat terdampak.
Di tingkat internasional, BSMI telah menjalankan berbagai misi kemanusiaan, termasuk di Gaza, Palestina, melalui pengiriman bantuan dan dukungan tim medis Indonesia. BSMI juga terlibat dalam respons kemanusiaan di Turki, Bangladesh, Myanmar, Nepal, dan Filipina, serta memberikan beasiswa bagi mahasiswa Palestina melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
Menurut Djazuli, tantangan kemanusiaan ke depan semakin kompleks akibat perubahan iklim, konflik, dan krisis kesehatan global. Karena itu, BSMI akan terus memperkuat kapasitas relawan, tenaga medis, sistem respons darurat, dan jejaring kemanusiaan untuk memberikan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan profesional.
“Milad ke-24 menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen BSMI dalam melayani kemanusiaan, menguatkan harapan bagi masyarakat terdampak bencana dan krisis, serta membawa semangat kemanusiaan Indonesia untuk dunia,” ujarnya.rel.












