Banda Aceh,medialatahzan.id –
Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Provinsi Aceh menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bertajuk “Bersinergi dan Berkolaborasi Wujudkan Pendidikan Aceh Bermartabat, Hebat, dan Berkelanjutan” bertempag di Hotel Diana, Banda Aceh, 17–18 Mei 2026.
Kegiatan tahunan tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat tata kelola pendidikan SMA di Aceh, sekaligus merumuskan langkah konkret untuk meningkatkan mutu pendidikan di seluruh kabupaten/kota.,’Rabu ( 20/ 5/2026)
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Murtalamuddin SPd MSP, Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Syarwan Joni MPd, semua Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) wilayah kabupaten/kota, perwakilan empat orang Pengurus MKKS SMA 23 kabupaten/kota, serta mitra kerja dari Kepalaa Cabang Wilayah Aceh PT. Penerbit Erlangga, Sapriadi Syamsuddin.
Kadisdik Aceh, Murtalamuddin dalam arahannya menyampaikan, bahwa Rakor MKKS SMA Aceh bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum kebangkitan pendidikan Aceh.
Menurutnya, perbedaan kondisi geografis, tata kelola, serta capaian pendidikan antar wilayah harus dijawab melalui program-program konkret yang diterjemahkan langsung oleh kepala sekolah di lapangan.
Katanya, pendidikan Aceh harus bangkit. Rakor ini penting untuk membahas, mengkaji, dan menganalisis secara bersama-sama bagaimana tata kelola pendidikan SMA bisa diperkuat.
Program Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Aceh harus benar-benar diaktualisasikan dalam program kerja sekolah dengan target capaian yang jelas,” ujar Murtalamuddin.
Ia menegaskan, kepala sekolah memegang peran sentral dalam menentukan kualitas pendidikan. Karena itu, seluruh kepala sekolah diminta mampu menerjemahkan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah (Dek Fadh), yakni mewujudkan pendidikan Aceh yang Islami, bermartabat, dan berkelanjutan.
Dijelaskannya, sekolah merupakan ujung tombak utama dalam mencetak generasi Aceh masa depan. Kemudian bahwa capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun sebelumnya menjadi indikator penting dalam mengevaluasi mutu pendidikan Aceh.
Lebih lanjut dikatakannya, hasil pendidikan Aceh harus dijadikan refleksi bersama untuk mendorong pembenahan secara terukur dan sistematis.
Murtalamuddin menyayakan, peningkatan kualitas peserta didik dapat dilakukan melalui penguatan pola pembelajaran, kesiapan guru, hingga pembinaan siswa yang benar-benar siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Diharapkannya, Rakor MKKS SMA Aceh dinilai menjadi forum penting untuk melahirkan solusi atas berbagai tantangan pendidikan di Aceh.
“Ini isu strategis. Kita tidak boleh melihat tantangan pendidikan sebagai kegagalan, tetapi harus menjadi pemicu untuk bersinergi mencari solusi terbaik,” tandas Murthalamuddin.
Dtambahkannya, kepala sekolah harus menjadi penerobos, mencari alternatif pemecahan masalah pendidikan Aceh bersama seluruh mitra kerja. ( Wen)











