Simulasi yang berlangsung di Lapangan Mapolda Aceh, Kamis (30/4), melibatkan ratusan personel gabungan dari Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh. Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., bersama jajaran pimpinan.
Dalam arahannya, Kapolda menekankan bahwa kehadiran Polri pada momentum May Day bukan semata untuk pengamanan, melainkan memastikan pelayanan maksimal bagi masyarakat yang menyampaikan pendapat secara damai.
“Kita melayani, bukan sekadar mengamankan. Setiap personel harus adaptif terhadap dinamika di lapangan, tetap tenang, dan bertindak sesuai prosedur,” ujar Marzuki.
Ia juga menegaskan larangan tindakan represif serta pentingnya pengendalian emosi dalam setiap tahapan pengamanan. Pendekatan persuasif dan komunikasi dinilai menjadi kunci dalam menjaga situasi tetap kondusif.
Dalam simulasi tersebut, diperagakan berbagai skenario penanganan unjuk rasa, mulai dari kondisi kondusif hingga eskalasi tinggi. Seluruh tahapan penanganan menitikberatkan pada negosiasi dan upaya de-eskalasi secara terukur.
Selain itu, Kapolda turut mengecek kesiapan sarana dan prasarana pendukung, seperti kendaraan water cannon, armada pemadam kebakaran, sepeda motor trail, serta perlengkapan pengendalian massa lainnya.
Melalui simulasi ini, Polda Aceh menegaskan kesiapan operasional sekaligus komitmen untuk menjaga keseimbangan antara keamanan dan penghormatan terhadap kebebasan berpendapat. Diharapkan, peringatan May Day 2026 di Aceh dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
(Wen)












