Simeulue,medialatahzan.id – Di tengah masa penantian hasilpenerimaan mahasiswa baru yang kerap membuat banyak remaja larut dalam kegelisahan atau sekadar menghabiskan waktu tanpa arah, dua pemuda di sebuah sudut kampung memilih jalan berbeda.
Mereka adalah Rahmad (17) dan Imam Anugra (17), dua saudara sepupu lulusan SMA Negeri 1 Teupah Barat yang lebih memilih mengisi hari-hari mereka dengan kerja dan pengabdian kepada keluarga.
Pada Minggu, 17 Mei 2026, keduanya tampak sibuk memindahkan tumpukan batu dari pinggir jalan menuju halaman rumah milik Pak Uris Maro, ayah Rahmad sekaligus kakak ipar dari ayah Imam Anugra.
Dengan peralatan sederhana berupa grek, mereka bahu-membahu mengangkut batu sejauh kurang lebih 50 meter. Peluh yang membasahi tubuh mereka seakan menjadi saksi bahwa masa muda tak selalu harus diisi dengan bersantai.
Bagi Rahmad, pekerjaan fisik itu bukan sekadar menghabiskan waktu, melainkan cara sederhana untuk tetap produktif sembari menunggu kabar masa depan.
“Daripada hanya duduk diam menunggu pengumuman atau berjalan-jalan tanpa tujuan, lebih baik tenaga ini digunakan membantu orang tua. Selain bermanfaat bagi keluarga, kami juga tetap aktif dan belajar untuk tidak bermalas-malasan,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Imam Anugra. Menurutnya, membantu keluarga merupakan bentuk tanggung jawab yang harus dipupuk sejak dini.
“Kami merasa ini hal yang wajar. Selama masih ada waktu sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, kami ingin mengisinya dengan sesuatu yang berguna. Setidaknya, kami bisa meringankan pekerjaan keluarga dan belajar menjadi pribadi yang rajin serta peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar Imam.
Apa yang dilakukan kedua pemuda ini menghadirkan gambaran sederhana namun bermakna tentang nilai kerja keras dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. Di saat sebagian orang memandang masa penantian sebagai waktu untuk beristirahat, Rahmad dan Imam justru menjadikannya kesempatan untuk berbuat baik dan menanamkan nilai tanggung jawab.
Semangat keduanya menjadi pengingat bahwa masa muda bukan hanya tentang mengejar cita-cita, tetapi juga tentang bagaimana tetap memberi manfaat bagi keluarga dan lingkungan, bahkan dari pekerjaan kecil yang dilakukan dengan tulus.rel.












