BANDA ACEH, medialatahzan.id — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh kembali menggelar Meuseuraya Festival 2026. Ajang ini menyatukan penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan upaya menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Aceh.
Festival berlangsung selama empat hari, mulai 22 hingga 25 Oktober 2026, bertempat di Balee Meuseuraya Aceh, Banda Aceh. Mengusung tema “Meukarya Wastra Indatu – Berkarya dan Melestarikan Warisan Budaya Aceh”, kegiatan ini menjadi langkah strategis BI mendorong pelaku usaha lokal semakin naik kelas, tangguh, inovatif, dan berdaya saing.
Kata Meuseuraya sendiri bermakna gotong royong — semangat yang menjadi jiwa seluruh rangkaian acara: menyatukan pikiran, tenaga, dan potensi demi kepentingan bersama. Bukan sekadar pameran, festival ini dirancang sebagai ruang kolaborasi guna memperkuat ekosistem usaha daerah.
Tahun ini, perhatian khusus tertuju pada pengembangan wastra Aceh — warisan budaya yang sekaligus menjadi identitas daerah dan memiliki potensi ekonomi besar. Pelaku usaha dan masyarakat didorong terus berkarya menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan bernilai.
Beragam kegiatan telah disiapkan: bazar dan pameran UMKM, pertemuan bisnis atau business matching, lokakarya, seminar, pertunjukan seni budaya, pemberdayaan komunitas, hingga berbagai lomba. Tujuannya membuka peluang pasar lebih luas, memperluas jejaring, sekaligus membekali pelaku usaha dengan wawasan pemasaran, inovasi, dan pengembangan usaha berkelanjutan.
Targetnya ambisius: sekitar 20.000 pengunjung baik langsung maupun daring, 140 pelaku UMKM berpartisipasi, serta omzet dan kesempatan kerja sama perdagangan melebihi Rp5 miliar. Enam forum dan diskusi tematik juga digelar, diharapkan melibatkan sekitar 1.200 peserta.
Tiga semangat utama diusung melalui tagar #Meuhasee, #Meusapat, #Meuseuraya — masing-masing melambangkan dampak nyata, kebersamaan, dan sinergi. BI berharap festival tak hanya seremonial, melainkan memberi manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menumbuhkan rasa bangga akan budaya sendiri.
Melalui perpaduan ekonomi kreatif, usaha rakyat, seni, dan budaya, Meuseuraya Festival 2026 ingin membuktikan: warisan leluhur dapat berkembang menjadi produk bernilai jual tinggi dan dikenal luas. Pemerintah, pelaku usaha, perbankan, komunitas, dan masyarakat diundang bersatu membangun Aceh yang makin mandiri dan berkarya.rel.











