ACEH JAYA — Kemegahan Masjid Agung Baitul Izzah di Kota Calang menghadirkan pengalaman yang membekas bagi Fauwwaz, pengunjung asal Subulussalam. Masjid raya utama Kabupaten Aceh Jaya itu membuatnya kagum dengan desain arsitektur klasik modern yang terlihat megah sekaligus menghadirkan suasana religius yang menenangkan.
Sesampainya di kawasan masjid yang berada di Desa Dayah Baro, Kecamatan Krueng Sabee, Fauwwaz tampak beberapa kali memperhatikan detail bangunan dan kubah masjid yang berdiri megah di tepi jalur lintas barat-selatan Aceh.
“Begitu melihat masjid ini dari luar, saya langsung kagum. Bangunannya sangat megah dan membuat hati terasa tenang,” ujar Fauwwaz saat ditemui di kawasan Masjid Agung Baitul Izzah, Minggu (10/5/2026).

Masjid Agung Baitul Izzah dikenal sebagai salah satu ikon religi dan kebanggaan masyarakat Aceh Jaya. Masjid yang mulai difungsikan secara penuh sejak April 2022 itu dibangun dengan konsep arsitektur klasik modern dan kini menjadi pusat kegiatan ibadah serta destinasi wisata religi bagi masyarakat maupun musafir.
Letaknya yang berada tepat di tepi jalan raya Banda Aceh–Meulaboh membuat masjid tersebut mudah diakses para pengendara yang melintas di kawasan pesisir Aceh.
Fauwwaz mengatakan, dirinya mengetahui keberadaan masjid tersebut dari media sosial dan cerita beberapa rekannya. Karena penasaran dengan kemegahan bangunannya, ia memutuskan singgah saat melakukan perjalanan dari Subulussalam menuju Banda Aceh.
Menurutnya, suasana di kawasan masjid terasa nyaman dan sangat cocok dijadikan tempat beristirahat sekaligus beribadah bagi para musafir.
“Masjid ini sangat nyaman. Begitu masuk, suasananya terasa sejuk dan damai,” katanya.
Saat memasuki ruang utama ibadah, Fauwwaz tampak terpukau melihat interior masjid yang menggunakan lantai marmer dan granit berkualitas tinggi. Cahaya yang masuk dari bagian dalam bangunan membuat suasana masjid terlihat semakin indah.
Baginya, kemegahan masjid tersebut tidak hanya terlihat dari arsitekturnya, tetapi juga dari kenyamanan fasilitas yang tersedia bagi jemaah.
“Area wudhunya luas, toiletnya bersih, dan tempat parkirnya juga nyaman. Sangat cocok untuk musafir,” ungkapnya.
Di sekitar kawasan masjid, sejumlah pengunjung terlihat duduk santai menikmati suasana sambil menunggu waktu salat. Sebagian lainnya mengabadikan momen dengan latar bangunan masjid yang megah.
Fauwwaz juga mengaku kagum karena masjid tersebut dibuka selama 24 jam penuh sehingga sangat membantu masyarakat maupun pengendara yang melintas di jalur barat selatan Aceh.
“Masjid seperti ini sangat penting karena menjadi tempat singgah yang nyaman bagi para pelancong,” tuturnya.
Menurutnya, keberadaan Masjid Agung Baitul Izzah menjadi salah satu bukti perkembangan dan kebangkitan Aceh Jaya pasca bencana tsunami yang pernah melanda kawasan tersebut.
“Masjid ini bukan hanya indah, tapi juga menjadi simbol semangat masyarakat Aceh Jaya,” katanya.
Menjelang sore, suasana Masjid Agung Baitul Izzah tampak semakin memukau ketika cahaya matahari menyinari kubah dan halaman masjid. Pemandangan tersebut membuat banyak pengunjung memilih berlama-lama menikmati keindahan arsitekturnya.
Bagi Fauwwaz, perjalanan ke Masjid Agung Baitul Izzah bukan sekadar singgah biasa, tetapi juga pengalaman spiritual yang menghadirkan rasa damai dan kekaguman.
“Menurut saya masjid ini luar biasa indah dan menjadi salah satu ikon religi terbaik di Aceh,” katanya.
Keberadaan Masjid Agung Baitul Izzah kini menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Aceh Jaya yang terus menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah. Perpaduan kemegahan arsitektur dan suasana religius menghadirkan pengalaman wisata yang penuh makna bagi setiap pengunjung. (Adv)












