Menyusuri Pesona Pohon Geurumbang di Pantai Pasir Putih Lhok Me

  • Bagikan

ACEH BESAR — Pagi merekah perlahan di Pantai Lhok Me. Hamparan pasir putih membentang lembut di sepanjang pesisir, seolah menjadi permadani alam yang menyambut setiap langkah pengunjung. Laut berwarna biru jernih tampak tenang di bawah sapuan cahaya matahari, sementara deretan pohon geurumbang berdiri anggun di tengah air, menghadirkan panorama eksotis yang seakan lahir dari lukisan alam.

Debur ombak kecil terdengar lirih menyentuh bibir pantai. Angin laut berhembus perlahan membawa aroma asin khas pesisir, menciptakan suasana damai yang menenangkan hati. Keindahan itulah yang menyambut Ridho Ahmad Akbar (26) saat berkunjung ke Pantai Pasir Putih Lhok Me, Aceh Besar, pada Minggu, 3 Mei 2026.

“Begitu melihat pohon-pohon yang berdiri di dalam air, saya langsung terpukau. Tempat ini benar-benar berbeda,” ujar Ridho sambil menatap hamparan laut yang membiru di hadapannya.

Pantai Pasir Putih Lhok Me memang telah lama menjadi salah satu permata wisata di Aceh Besar. Bukan hanya karena pasirnya yang putih lembut dan lautnya yang bening, tetapi juga karena keberadaan pohon geurumbang yang tumbuh di kawasan pantai, dengan sebagian batangnya terendam air laut.

Pohon-pohon itu menjelma menjadi ikon khas Lhok Me. Tegak berdiri di antara riak air yang tenang, pepohonan tersebut menghadirkan pemandangan yang memikat siapa saja yang datang. Banyak wisatawan sengaja berkunjung untuk mengabadikan momen, menikmati semilir angin pantai, atau sekadar duduk bersantai memandangi laut yang membentang luas tanpa batas.

Bagi Ridho, suasana Pantai Lhok Me menghadirkan kesan yang berbeda dibandingkan pantai lain yang pernah ia kunjungi di Aceh.

“Biasanya pantai hanya tentang pasir dan laut. Tapi di sini ada pohon-pohon yang tumbuh di dalam air. Itu yang membuatnya terasa begitu istimewa,” katanya.

Sejak pagi, kawasan pantai dipenuhi pengunjung. Sebagian bermain air di tepian, sebagian lainnya berjalan mendekati pohon geurumbang untuk berfoto dengan latar laut biru dan pepohonan yang menjulang dari permukaan air.

Jernihnya laut membuat dasar pantai terlihat jelas dari permukaan. Sesekali ikan-ikan kecil berenang di sekitar tepian, menambah keelokan alami kawasan tersebut. Tidak sedikit wisatawan yang memilih berenang sambil menikmati panorama bawah laut dangkal yang masih terjaga keasriannya.

Ridho mengaku sengaja datang bersama teman-temannya untuk menikmati suasana santai di akhir pekan. Menurutnya, Pantai Lhok Me menjadi tempat yang sempurna untuk melepaskan penat dari hiruk-pikuk rutinitas sehari-hari.

“Tempat ini tenang, pemandangannya indah. Duduk saja di sini rasanya pikiran langsung lebih ringan,” ujarnya.

Selain berenang, sebagian pengunjung juga menikmati snorkeling ringan di kawasan dangkal sekitar pantai. Air yang bening memungkinkan wisatawan melihat ikan-ikan kecil dan terumbu karang yang berada tak jauh dari bibir pantai.

Keindahan Pantai Lhok Me semakin terasa ketika cahaya matahari memantul di permukaan laut. Warna air berubah menjadi biru kehijauan, berpadu harmonis dengan putihnya pasir dan hijau dedaunan geurumbang yang tumbuh di tengah air.

Bagi masyarakat sekitar, pohon geurumbang bukan sekadar tumbuhan pesisir, melainkan bagian dari identitas Pantai Lhok Me. Kehadirannya menjadikan pantai ini mudah dikenali dan memiliki karakter yang berbeda dari destinasi wisata lain di Aceh Besar.

Ridho pun menilai keunikan itulah yang membuat Pantai Lhok Me memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun luar daerah.

“Kalau orang melihat foto pantai ini, pasti langsung tahu itu Lhok Me. Pohon-pohonnya sangat khas,” katanya sambil tersenyum.

Menjelang sore, suasana pantai berubah semakin syahdu. Cahaya matahari perlahan menjelma jingga keemasan, memantul di sela batang-batang geurumbang yang terendam air. Beberapa pengunjung tampak duduk di atas pasir menikmati matahari terbenam, sementara anak-anak masih riang bermain di tepian pantai.

Angin laut bertiup semakin sejuk, menghadirkan ketenangan yang membuat siapa pun enggan beranjak pulang. Dari kejauhan, suara ombak kecil terus mengalun pelan, seolah menjadi nyanyian senja yang menutup hari di Pantai Lhok Me.

Di balik keindahannya, berkembangnya wisata Pantai Pasir Putih Lhok Me juga membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran wisatawan membantu menggerakkan usaha warga, mulai dari warung makanan, penyewaan perlengkapan wisata, hingga jasa parkir.

Namun bagi Ridho, keindahan alam pantai ini harus tetap dijaga agar pesonanya tidak pudar oleh sampah maupun kerusakan lingkungan.

“Yang paling penting kebersihan dan alamnya tetap dijaga. Karena yang membuat orang datang ke sini adalah keindahan alaminya,” ujarnya.

Pantai Pasir Putih Lhok Me bukan sekadar destinasi wisata bahari. Ia adalah ruang tenang tempat laut jernih, pasir putih, dan pohon geurumbang berpadu menciptakan panorama yang sulit dilupakan.

Bagi Ridho Ahmad Akbar, kunjungannya ke Pantai Lhok Me menjadi pengalaman berharga untuk menikmati salah satu pesona alam terbaik yang dimiliki Aceh Besar—sebuah sudut sederhana di tepi laut yang mampu menghadirkan rasa kagum dan ketenangan dalam waktu bersamaan. (adv)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *