Ciptakan Deterjen Ramah Lingkungan , Pelajar Aceh Juara 1 AHM Best Student 2026

  • Bagikan

Jakarta,medialatahzan.id –Ajang Astra Honda Motor (AHM) Best Student 2026 melalui inovasi produk deterjen ramah lingkungan bernama LeraWash.

Dua pelajar SMA Fatih Bilingual School, Aceh, T. Yazid Alfata dan Tajrian Nazar, berhasil meraih juara pertama atau predikat Gold .Ajang yang mengusung tema “Gen Z Berkarya, Indonesia Berdaya” ini diikuti 1.215 pelajar SMA/sederajat dari seluruh Indonesia.”Kamis 22 Oktober 2026

LeraWash merupakan inovasi biodeterjen berbahan alami dari buah lerak dan daun waru yang dikemas menggunakan bioplastic pods berbahan rumput laut yang dapat terurai secara hayati (biodegradable).

Pengumuman pemenang dilakukan dalam rangkaian Webinar Inspiratif dan Awarding AHM Best Student 2026 pada 21 Oktober 2026.

Inovasi tersebut dikembangkan sebagai alternatif deterjen sintetis untuk membantu mengurangi potensi pencemaran perairan. Gagasan ini berangkat dari kepedulian terhadap dampak penggunaan deterjen sintetis terhadap lingkungan.

Karya Yazid dan Tajrian dinilai mampu menghadirkan solusi inovatif yang menghubungkan kreativitas pelajar dengan persoalan lingkungan di masyarakat.

“AHM Best Student menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Sebagai anak muda, saya dilatih untuk tidak pantang menyerah dan berani mewujudkan ide kepedulian terhadap kondisi sekitar. Kemenangan ini bukan garis akhir,melainkan awal dari perjalanan karya saya dari bangku sekolah yang bisa memberi arti untuk masyarakat dan negeri,” ungkap Yazid.

Aceh Regional Head Capella Honda, Hermawan Kunhardi, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan kedua pelajar tersebut. Menurutnya, prestasi itu membuktikan bahwa generasi muda Aceh memiliki potensi besar untuk berpikir kritis, berinovasi, dan menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang, mulai dari pengembangan ide, riset, diskusi, hingga keberanian mempresentasikan gagasan di hadapan dewan juri.

Bagi kami di Astra Honda Motor dan PT Capella Dinamik Nusantara, program Best Student bukan hanya sebuah ajang kompetisi, tetapi juga bentuk komitmen untuk mendukung generasi muda agar mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Hermawan.

Selain Yazid dan Tajrian, penghargaan Silver diraih Fajrin Al Majid dari SMAN Sumatera Selatan melalui inovasi Smart Pest Control, yakni sistem pertanian presisi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk membantu pengendalian hama secara lebih efektif dan efisien.

Sementara itu, penghargaan Bronze diraih Muhammad Hatan Fahlady dari SMAN 3 Yogyakarta melalui karya KALARESIK, yang memanfaatkan limbah ban dan tekstil menjadi produk bernilai ekonomi, seperti dompet dan tas.

General Manager Corporate Communication AHM, Rina Listiani, mengatakan AHM Best Student merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda yang inovatif, adaptif, mampu berpikir kritis, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Melalui program tersebut, AHM berharap para peserta tidak hanya menghasilkan karya untuk memenangkan kompetisi, tetapi juga terus mengembangkan inovasi agar memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.

Untuk mendukung pendidikan para pemenang, AHM memberikan beasiswa senilai Rp5 juta dan satu unit notebook kepada peraih Gold, beasiswa Rp3 juta dan satu unit notebook untuk peraih Silver, serta beasiswa Rp2 juta dan satu unit notebook bagi peraih Bronze.

Sebanyak 24 finalis nasional lainnya masing-masing memperoleh beasiswa pendidikan senilai Rp1 juta dan sertifikat penghargaan.

Para finalis juga mendapatkan pembekalan melalui kegiatan bootcamp dan webinar inspiratif, termasuk lokakarya pemanfaatan kecerdasan buatan pada 22–24 September 2026. Pembekalan tersebut bertujuan memperkuat kompetensi, kreativitas, serta kemampuan peserta dalam mengembangkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Keberhasilan T. Yazid Alfata dan Tajrian Nazar menjadi capaian membanggakan bagi Aceh sekaligus menunjukkan bahwa inovasi dari bangku sekolah berpotensi menjadi solusi bagi persoalan lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. ( Wen)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *